Blog

  • Terus Bergerak, Polri Kembali Kirim Personel K9 dan 2,5 Ton Logistik untuk Korban Gempa NTT

    Jakarta – Polri kembali bergerak cepat memperkuat operasi kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Minggu (16/8/2026), Polri memberangkatkan 21 personel Direktorat Polisi Satwa bersama 10 ekor anjing K9 dan sekitar 2,5 ton peralatan serta logistik dari Bandar Udara Pondok Cabe Polri.

    Pemberangkatan ini merupakan tindak lanjut arahan Kapolri untuk terus memperkuat Polda NTT dalam proses mitigasi, pencarian dan pertolongan, evakuasi, serta pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak.

    Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K., M.I.Kom., mengatakan operasi kemanusiaan Polri dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan, mengikuti kebutuhan nyata di lapangan.

    “Polri kembali melanjutkan upaya kemanusiaan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur. Ini merupakan tindak lanjut arahan dan perintah Kapolri untuk memperkuat Polda NTT dalam melaksanakan misi kemanusiaan dan percepatan penanganan bencana.”

    K9 Dikerahkan untuk Perkuat Pencarian Korban

    Sebanyak 21 personel Polisi Satwa bersama 10 ekor K9 diberangkatkan menggunakan pesawat Polisi Udara Polri dari Pondok Cabe menuju Labuan Bajo.

    Tim K9 memiliki kemampuan pencarian korban dan akan berkoordinasi dengan Polda NTT untuk menentukan lokasi prioritas, khususnya di wilayah Sikka, Manggarai dan Manggarai Timur.

    Apabila terdapat wilayah lain yang membutuhkan dukungan, personel dan K9 akan digeser sesuai perkembangan situasi di lapangan.

    2,5 Ton Logistik Dibawa Sekaligus

    Selain personel dan K9, pesawat juga membawa sekitar 2,5 ton peralatan dan bantuan, di antaranya:

    • Peralatan SAR;
    • Obat-obatan;
    • Tenda lapangan;
    • Makanan dan kebutuhan kelompok rentan;
    • 10 unit Wi-Fi portable;
    • Logistik pendukung lainnya.

    Setibanya di Labuan Bajo, tim akan berkoordinasi dengan Kapolda NTT dan Forkopimda untuk menentukan distribusi bantuan serta wilayah yang menjadi prioritas.

    Mabes Polri Terus Perkuat Polda NTT

    Sebelumnya, Polri telah memberangkatkan 137 personel pada Sabtu (15/8/2026) malam, termasuk personel SAR Brimob, DVI, Dokkes, Humas, Slog dan Propam.

    Korps Brimob juga telah mengirimkan personel dengan kemampuan SAR yang diperkuat tenaga kesehatan, dokter dan dukungan logistik.

    “Jadi ini bukan hanya pengiriman personel, tetapi bagaimana seluruh kemampuan yang dimiliki Polri kita gerakkan sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar Trunoyudo.

    Polri juga menyiapkan tiga unit helikopter AW169 untuk mendukung distribusi bantuan dan mobilitas personel menuju wilayah yang sulit dijangkau atau terisolasi.

    Pesawat CASA Polri yang telah berada di wilayah NTT juga dimanfaatkan untuk mempercepat mobilitas menuju Labuan Bajo dan wilayah lainnya.

    Bantuan Tidak Berhenti Hari Ini

    Trunoyudo menegaskan, operasi kemanusiaan Polri akan terus berjalan dan bantuan berikutnya disiapkan berdasarkan hasil kurasi kebutuhan di lapangan.

    Dukungan yang disiapkan meliputi obat-obatan, pelayanan kesehatan lapangan, tenda, logistik masyarakat, komunikasi, trauma healing hingga bantuan sosial Polri.

    Pengiriman berikutnya akan dilakukan sesuai kebutuhan masyarakat dan kapasitas angkut yang tersedia.

    Wi-Fi dan Satgas Humas Dukung Informasi Terverifikasi

    Karena sejumlah wilayah mengalami kendala koneksi internet, Polri turut membawa 10 unit Wi-Fi portable untuk membantu kebutuhan komunikasi masyarakat dan petugas di lapangan.

    Satgas Humas yang dipimpin Kombes Pol. Bayu Suseno juga telah diberangkatkan untuk mendukung penyampaian informasi publik dan menyiapkan posko media/media center.

    Media di NTT dapat berkoordinasi dengan Kabid Humas Polda NTT dan Satgas Humas untuk memperoleh informasi yang valid, terbaru dan terverifikasi.

    Polri mengimbau masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum terkonfirmasi, terutama terkait korban, kerusakan maupun kondisi wilayah terdampak.

    Polri Terus Bergerak

    Polri bersama TNI, BNPB, pemerintah daerah, Basarnas dan seluruh stakeholder terus melakukan koordinasi untuk memastikan mitigasi, evakuasi dan distribusi bantuan berjalan cepat serta tepat sasaran.

    Dari Sabtu malam hingga Minggu pagi, perkuatan Polri terus bergerak. Personel, K9, SAR, kesehatan, logistik, komunikasi, transportasi udara hingga trauma healing disiapkan secara bertahap.

    Polri hadir untuk membantu masyarakat NTT. Terus bergerak, terus membantu, dan terus memastikan saudara-saudara kita yang terdampak tidak menghadapi bencana ini sendirian.

  • Terus Bergerak Cepat, Polri Kembali Kirim K9, Obat-obatan dan 3,4 Ton Bantuan ke NTT

    Jakarta – Polri terus bergerak cepat dalam operasi kemanusiaan membantu masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Minggu (16/8/2026), Polri kembali menggeser 10 ekor K9 bersama timnya, obat-obatan dan berbagai logistik bantuan dari Bandar Udara Pondok Cabe Polri menuju Labuan Bajo.

    Perkuatan ini merupakan tindak lanjut arahan Kapolri untuk terus memperkuat Polda NTT. Setelah pada Sabtu malam memberangkatkan 137 personel, hari ini Polri kembali mengirimkan kemampuan khusus K9 sekaligus bantuan kemanusiaan.

    10 K9 Siap Perkuat Pencarian Korban

    Pesawat CN-295/P-4501 membawa 21 personel tim K9, termasuk pawang, dokter hewan dan paramedis K9, serta 10 ekor anjing K9 yang memiliki kemampuan pencarian korban.

    Sebelum diberangkatkan, seluruh K9 dipastikan dalam kondisi sehat dan siap menjalankan tugas. Pemeriksaan kesehatan dilakukan oleh dokter hewan dan paramedis K9, termasuk memastikan kondisi fisik, kesiapan kerja, kebutuhan pakan, perlengkapan serta kennel selama perjalanan dan pelaksanaan tugas di lapangan.

    Kesiapan kesehatan K9 menjadi bagian penting agar anjing pelacak dapat bekerja secara optimal dalam kondisi medan bencana yang membutuhkan kemampuan fisik dan konsentrasi tinggi.

    Pesawat dijadwalkan berangkat dari Pondok Cabe pukul 12.15 WIB dan tiba di Labuan Bajo sekitar pukul 17.05 WITA.

    Setibanya di Labuan Bajo, tim akan langsung berkoordinasi dengan Polda NTT untuk menentukan lokasi prioritas pencarian dan pertolongan, terutama di wilayah Sikka, Manggarai dan Manggarai Timur.

    Jika kebutuhan bergeser ke wilayah lain, tim K9 siap digerakkan sesuai perkembangan situasi di lapangan.

    3,4 Ton Bantuan Ikut Bergerak

    Tidak hanya personel dan K9. Pesawat juga membawa sekitar 3.411 kg atau 3,4 ton peralatan dan bantuan kemanusiaan, terdiri dari:

    • 409 kg obat-obatan bantuan;
    • 45 dus makanan siap saji;
    • 10 unit Wontech;
    • peralatan SAR dan K9;
    • pakan K9;
    • 10 unit kennel box K9;
    • perlengkapan operasional tim K9;
    • banner dan stiker pendukung kegiatan.

    Seluruh bantuan akan didistribusikan berdasarkan hasil koordinasi dengan Polda NTT dan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.

    Karopenmas: Polri Bergerak Sesuai Kebutuhan

    Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K., M.I.Kom., mengatakan pengiriman hari ini merupakan bagian dari operasi kemanusiaan Polri yang terus bergerak dan tidak berhenti pada satu kali pemberangkatan.

    “Polri terus bergerak untuk memperkuat Polda NTT. Yang kita kirim hari ini bukan hanya personel, tetapi kemampuan K9 untuk pencarian, dukungan kesehatan, obat-obatan dan logistik yang dibutuhkan masyarakat.”

    Menurut Trunoyudo, Polda NTT bergerak langsung di lapangan, sementara Mabes Polri terus menyiapkan dan mengirimkan perkuatan berdasarkan kebutuhan aktual.

    “Prinsipnya, bantuan harus cepat bergerak, tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan.”

    Perkuatan Terus Disiapkan

    Sebelumnya, Polri telah memberangkatkan 137 personel yang terdiri dari SAR Brimob, DVI dan Dokkes, Humas, Slog serta Propam.

    Polri juga menyiapkan dukungan transportasi udara, termasuk tiga helikopter AW169, untuk mendukung mobilitas personel dan distribusi bantuan ke wilayah yang sulit dijangkau atau terisolasi.

    Pesawat CASA Polri yang berada di wilayah NTT juga dimanfaatkan untuk mendukung mobilitas dan distribusi bantuan.

    Operasi kemanusiaan akan terus berjalan. Setiap perkembangan di lapangan menjadi dasar untuk menentukan personel, peralatan dan bantuan berikutnya yang perlu digeser.

    Dari Pondok Cabe ke Labuan Bajo, Polri terus bergerak cepat. K9 dipastikan sehat dan siap bertugas, personel siap menolong, obat-obatan siap dikirim, dan logistik terus digeser.

    Polri hadir untuk masyarakat NTT. Terus bergerak, terus membantu.

  • Polri dan Pemerintah Percepat Penanganan Dampak Gempa M 7,7 di Flores

    Manggarai Barat – Polri bersama pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, dan sejumlah stakeholder memperkuat koordinasi dalam percepatan penanganan bencana gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Koordinasi tersebut dilakukan melalui rapat koordinasi bersama di Kantor Bupati Manggarai Barat, Minggu (16/8/2026).

    Rapat koordinasi yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian, Menteri Pekerjaan Umum, Kepala BNPB Suharyanto, Kepala Basarnas Mohammad Syafii, serta sejumlah pejabat terkait. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kapolda NTT, Wakapolda NTT, Pangdam IX/Udayana, jajaran Forkopimda, serta Kasatgas Humas Ops Aman Nusa II Bencana Alam NTT Kombes Pol. Bayu Suseno.

    Rapat tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat penanganan dampak gempa tektonik bermagnitudo 7,7 yang terjadi pada Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58 WIB. Gempa berpusat sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer, dan menimbulkan guncangan hingga intensitas VII MMI di wilayah Aesesa dan Kota Mbay.

    Berdasarkan pembaruan data Basarnas per Minggu (16/8/2026) pukul 09.00 WITA, tercatat 51 orang meninggal dunia dan 64 orang mengalami luka-luka. Korban meninggal dunia terbanyak tercatat di Kabupaten Manggarai sebanyak 24 orang dan Manggarai Timur sebanyak 20 orang. Proses pencarian dan evakuasi masih terus dilakukan sehingga data korban masih dapat berubah.

    Kasatgas Humas Ops Aman Nusa II Bencana Alam NTT KBP Dr. Bayu Suseno mengatakan, Polri bersama seluruh unsur terkait terus memperkuat sinergi untuk memastikan penanganan bencana berjalan cepat dan terpadu.

    “Polri bersama TNI, pemerintah pusat dan daerah, serta seluruh stakeholder terus memperkuat sinergi dalam penanganan bencana. Fokus utama saat ini adalah penyelamatan dan evakuasi korban, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak, serta memastikan akses komunikasi dan jalur distribusi bantuan tetap berjalan,” ujar Bayu dalam keterangannya, Minggu (16/08).

    Gempa juga berdampak terhadap sejumlah fasilitas kesehatan dan infrastruktur dasar. Sebanyak 21 rumah sakit terdampak, dengan tiga rumah sakit mengalami kerusakan berat dan enam lainnya rusak ringan. Dari 190 puskesmas terdampak, sebanyak 20 unit mengalami kerusakan berat.

    Di sektor infrastruktur, tercatat 33 titik longsor, empat titik patahan jalan, dan empat jembatan mengalami kerusakan. Sejumlah jalur vital seperti ruas Ende–Bajawa dan Ende–Maumere turut terdampak. Kerusakan juga terjadi pada akses Pelabuhan Lorens Say Maumere dan SPAM Lembor Selatan. Khusus di Kabupaten Manggarai Barat, tercatat 914 bangunan mengalami kerusakan hingga Minggu dini hari.

    Dalam penanganan darurat, Polri telah memobilisasi personel tambahan guna melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan didukung sekitar 1.875 personel gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, BPBD, dan relawan. Armada helikopter juga disiapkan dari Bima menuju Labuan Bajo untuk mendukung evakuasi medis dan distribusi bantuan melalui jalur udara maupun laut.

    Polri turut menyalurkan ratusan paket sembako kepada masyarakat terdampak di wilayah Nangapanda, Kabupaten Ende.

    Selain itu, Pos Pendamping Nasional (Pospenas) dibentuk di Labuan Bajo dan Maumere, sedangkan Posko Logistik Nasional berada di Halim Perdana Kusuma untuk memperkuat dukungan distribusi bantuan ke wilayah terdampak.

    Bayu menegaskan, pada tujuh hari pertama masa tanggap darurat, seluruh unsur terkait memprioritaskan pencarian dan penyelamatan korban, pemenuhan kebutuhan dasar, pemulihan akses jalan dan komunikasi, serta penguatan koordinasi penanganan bencana.

    “Fungsi kehumasan juga menjadi bagian penting dalam situasi bencana. Kami memastikan perkembangan penanganan dan langkah-langkah pemerintah dapat disampaikan secara cepat, akurat, dan berkesinambungan sehingga masyarakat mendapatkan informasi yang benar,” kata Bayu.

    Polri bersama TNI, pemerintah pusat dan daerah, serta seluruh stakeholder akan terus memperkuat operasi terpadu di wilayah terdampak. Pendataan masyarakat terdampak juga dilakukan sebagai dasar penyiapan Hunian Sementara (Huntara), sekaligus memastikan bantuan dan penanganan dapat diberikan secara tepat sasaran.

  • Polri Ungkap Dugaan Penyelundupan Emas Hasil Tambang Ilegal ke Luar Negeri, Amankan 2 WNA

    JAKARTA — Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri mengungkap dugaan jaringan penambangan emas ilegal yang hasilnya diproses dan akan diselundupkan ke luar negeri, khususnya ke Dubai. Pengungkapan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto kepada Kapolri untuk memperkuat penegakan hukum terhadap aktivitas pertambangan ilegal.

    Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri Brigjen Pol. Mohammad Irhamni mengatakan, penindakan dilakukan dengan menelusuri aktivitas penambangan ilegal dari hulu hingga hilir, termasuk dugaan peredaran hasil tambang di dalam negeri yang selanjutnya akan dibawa ke luar negeri secara ilegal.

    “Kegiatan penambangan ilegal itu dari mulai hulu sampai hilir. Patut diduga hasil penjualannya di Jakarta ini nantinya akan dibawa ke luar negeri dengan cara diselundupkan ke negara-negara tujuan secara ilegal,” ujar Irhamni di Jakarta, Minggu (16/8/2026) dini hari.

    Dalam operasi tersebut, penyidik melakukan penindakan di dua lokasi, yakni dua apartemen di kawasan Jakarta Utara. Dari rangkaian penegakan hukum tersebut, Polri mengamankan dua warga negara asing yang berdasarkan paspor merupakan warga negara India.

    Di lokasi pertama, penyidik menemukan sekitar 2,5 kilogram emas, terdiri dari dua batang emas masing-masing sekitar satu kilogram serta emas dalam bentuk cincin dengan berat sekitar setengah kilogram. Barang bukti tersebut ditemukan dan disimpan di dalam brankas.

    Sementara di lokasi kedua, penyidik menemukan tempat yang diduga digunakan untuk mengolah emas sebelum diselundupkan ke luar negeri. Polisi juga menemukan 18 keping logam putih yang disebut merupakan residu dari proses pengolahan emas dengan berat sekitar 18 kilogram.

    “Ini residunya, mendekati silver. Residu dari pengolahan emas. Ada 18 keping, kurang lebih 18 kilogram. Berarti emas murninya yang sudah diselundupkan mungkin berapa puluh kali lipat, mungkin sepuluh kali lipat yang ada. Ini hanya residunya,” jelasnya.

    Selain emas dan residu hasil pengolahan, polisi turut menyita uang tunai dalam mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat, serta berbagai peralatan yang diduga digunakan untuk proses pengolahan emas di apartemen tersebut.

    Irhamni mengungkapkan, dua warga negara asing tersebut diketahui baru sekitar dua bulan berada di Indonesia. Mereka masuk menggunakan paspor untuk kepentingan investor maupun pekerjaan perdagangan.

    Berdasarkan informasi yang diperoleh penyidik, aktivitas pengolahan dan penyelundupan tersebut diduga dilakukan secara intensif. Dalam satu hari, jaringan tersebut diperkirakan mampu mengolah hingga sekitar 30 kilogram material emas.

    “Kalau satu hari sesuai informasi yang kami terima kurang lebih 30 kilogram per hari. Bisa dibayangkan 30 kilogram itu kali 30 hari, kurang lebih satu ton. Kalau satu gram itu harganya Rp2,6 juta, hampir Rp3 triliun yang diselundupkan ke luar negeri tanpa kita ketahui,” ungkap Irhamni.

    Ia menegaskan, besarnya volume tersebut menunjukkan potensi nilai ekonomi yang sangat besar dari hasil tambang yang diduga berasal dari aktivitas ilegal. Polri pun terus mendalami alur peredaran hingga dugaan penyelundupan hasil tambang tersebut ke luar negeri.

    Polri saat ini masih mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap jaringan lain yang diduga terlibat. Menurut Irhamni, jaringan yang terungkap kali ini merupakan salah satu kelompok yang memiliki jalur penyelundupan menuju Dubai.

    “Ini salah satu kelompok, ini masih kelompok Dubai, belum lagi ada kelompok-kelompok lain yang sedang kami lakukan pengejaran,” katanya.

    Irhamni menambahkan, penyidik telah melakukan pemetaan terhadap sejumlah kelompok dan pelaku yang diduga terlibat. Penindakan yang dilakukan pada dini hari tersebut merupakan bagian dari pengembangan penyelidikan yang telah dilakukan sebelumnya.

    Terhadap dua warga negara India yang diamankan, Polri akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk perwakilan India, untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.

    “Untuk warga negara India tentunya kami lakukan pemeriksaan dulu. Nanti kami koordinasi dengan Kedutaan India. Kebijakannya seperti apa, apakah kita lakukan penegakan hukum dan penahanan di Indonesia ataupun deportasi dan sebagainya, itu kami koordinasikan dulu,” kata Irhamni.

    Sementara terhadap pihak-pihak lain, khususnya pelaku yang merupakan warga negara Indonesia, Polri memastikan akan terus melakukan pengejaran dan penegakan hukum.

    “Pelaku-pelaku dari Indonesia tentunya akan kami kejar, kami lakukan penegakan hukum dan penahanan,” tegasnya.

    Polri juga mengajak masyarakat dan media untuk turut memberikan informasi apabila mengetahui adanya aktivitas pertambangan ilegal maupun jaringan penyelundupan hasil tambang ke luar negeri. Langkah tersebut dinilai penting untuk memutus mata rantai aktivitas ilegal dari hulu hingga hilir.

  • Brimob Polda Metro Jaya Amankan Pemuda Bawa 530 Butir Obat Keras di Tanah Abang

    JAKARTA — Tim Patroli Satuan Brimob Polda Metro Jaya mengamankan seorang pemuda yang diduga membawa 530 butir obat keras di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (16/8/2026) dini hari.

    Penindakan bermula ketika personel menindaklanjuti informasi masyarakat saat melaksanakan patroli di sejumlah titik rawan gangguan keamanan dan ketertiban.

    Dari pemeriksaan awal, petugas menemukan 29 strip berisi 290 butir tramadol dan 24 strip berisi 240 butir trihexyphenidyl. Polisi turut mengamankan satu unit sepeda motor Yamaha Mio tanpa pelat nomor dan dokumen kendaraan.

    Pemuda tersebut beserta seluruh barang yang ditemukan kemudian diserahkan kepada Polsek Metro Tanah Abang untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

    Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol Henik Maryanto mengatakan kehadiran personel di lapangan merupakan langkah preventif untuk mengantisipasi berbagai potensi kerawanan, terutama pada waktu rawan.

    “Setiap informasi dari masyarakat menjadi perhatian kami. Personel di lapangan diarahkan melakukan pencegahan secara humanis, tetapi tetap tegas apabila menemukan dugaan pelanggaran hukum,” kata Kombes Henik.

    Selain kawasan Tanah Abang, patroli menyasar Jalan Gunung Sahari, Kemayoran, Cempaka Putih, Green Pramuka, Matraman, Tugu Proklamasi, Taman Suropati, Bundaran HI, hingga kawasan Monas. Situasi selama pelaksanaan patroli terpantau aman dan kondusif.

    Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengingatkan masyarakat agar tidak menyalahgunakan maupun mengedarkan obat keras tanpa hak atau tanpa resep dokter karena dapat membahayakan kesehatan dan menimbulkan konsekuensi hukum.

    “Obat keras harus digunakan sesuai resep dan pengawasan tenaga kesehatan. Kami juga mengajak para orang tua mengawasi pergaulan anak-anak. Apabila mengetahui adanya dugaan peredaran atau penyalahgunaan obat-obatan, segera laporkan kepada kepolisian terdekat atau melalui layanan Polisi 110,” ujar Kombes Budi.

  • Polsek Metro Kebayoran Baru Meriahkan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI dengan Berbagai Perlombaan

    Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Polsek Metro Kebayoran Baru menggelar berbagai perlombaan kemerdekaan pada Sabtu, 15 Agustus 2026, bertempat di halaman Mapolsek Metro Kebayoran Baru, Jalan Kyai Maja No. 62, Kelurahan Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

    Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB tersebut diikuti sekitar 80 peserta dan berlangsung dalam suasana penuh semangat, kebersamaan, serta kekeluargaan. Kegiatan dipimpin oleh Kapolsek Metro Kebayoran Baru, AKBP Nugrahadi Kusuma, S.Sos., S.I.K., M.Sc., MT.

    Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolsek Metro Kebayoran Baru Kompol Sami Waskitha Wiyata, S.Kom., para Pejabat Utama (PJU), serta anggota Polsek Metro Kebayoran Baru.

    Rangkaian kegiatan diawali dengan apel pagi pada pukul 08.30 WIB. Selanjutnya, pada pukul 09.10 WIB, kegiatan perlombaan kemerdekaan secara resmi dimulai. Para peserta memasuki lapangan dan bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan dan rasa cinta terhadap Tanah Air.

    Berbagai perlombaan yang digelar di antaranya lomba memecahkan balon lawan menggunakan kaki, lomba menancapkan paku dengan palu, serta lomba memasukkan sumpit ke dalam botol. Perlombaan berlangsung meriah dan penuh antusiasme, dengan tetap mengedepankan sportivitas dan kebersamaan antaranggota.

    Pada sesi pengumuman pemenang, lomba menancapkan paku dengan palu berhasil dimenangkan oleh Unit Bhabinkamtibmas. Sementara itu, pada lomba memasukkan sumpit ke dalam botol kategori perwira, Iptu J. Silalahi meraih juara pertama dan Ipda Vory sebagai juara kedua. Untuk kategori bintara, juara pertama diraih oleh Brigadir Faisal.

    Seluruh rangkaian kegiatan selesai sekitar pukul 10.00 WIB. Kegiatan berjalan dengan aman, tertib, lancar, dan penuh suasana kekeluargaan.

    Melalui kegiatan tersebut, Polsek Metro Kebayoran Baru tidak hanya turut memeriahkan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, tetapi juga mempererat soliditas, kebersamaan, dan semangat nasionalisme di lingkungan keluarga besar Polsek Metro Kebayoran Baru.

    Selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung, situasi aman dan kondusif.

  • Apel Rayon Tengah dan Patroli Skala Besar Ops Cipta Kondisi Di Wilayah Polsek Metro Kebayoran Baru

    Jakarta Selatan – Pada Minggu, 16 Agustus 2026, telah dilaksanakan kegiatan Operasi Cipta Kondisi dalam rangka pemberantasan kejahatan jalanan dan premanisme di wilayah hukum Polsek Metro Kebayoran Baru. Kegiatan diawali dengan apel gabungan Rayon Tengah yang berlangsung pada pukul 00.10 WIB di Graha Aziz, Jl. Senopati Dalam 1, RT 06/03, Kelurahan Senayan, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

    Apel gabungan dipimpin oleh Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol. I Putu Yuni Setiawan, S.I.K., M.I.K. dan dihadiri oleh jajaran pejabat serta personel Polres Metro Jakarta Selatan dan Polsek Rayon Tengah, meliputi Polsek Metro Kebayoran Baru, Polsek Cilandak, Polsek Kebayoran Lama, dan Polsek Pesanggrahan. Kegiatan juga melibatkan unsur masyarakat, FKDM, LMK, FKPM, serta organisasi kemasyarakatan Pemuda Pancasila.

    Dalam arahannya, Kapolres Metro Jakarta Selatan menekankan pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya menjelang peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia. Personel diminta mengantisipasi aksi tawuran, balap liar, trek-trekan, serta berbagai bentuk kejahatan jalanan lainnya. Selain itu, patroli di wilayah perbatasan antarwilayah hukum Polsek Rayon Tengah agar ditingkatkan guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif.

    Kapolres juga memberikan perhatian khusus terhadap potensi balap liar di kawasan Jl. Sisingamangaraja dan Jl. Antasari, serta menekankan perlunya koordinasi lintas wilayah dengan Polsek Cilandak dan jajaran terkait. Dalam pelaksanaan tugas, seluruh personel diminta mengedepankan pendekatan persuasif, bertindak sesuai kewilayahan, serta tetap memperhatikan keselamatan dan kesehatan selama pelaksanaan patroli.

    Apel gabungan tersebut diikuti oleh 92 personel, terdiri dari 63 personel Polri, 14 unsur masyarakat/Muspika Kecamatan Kebayoran Baru, serta 15 anggota Pemuda Pancasila. Seluruh personel kemudian melaksanakan patroli skala besar sebagai bagian dari kegiatan rutin yang ditingkatkan.

    Pada pukul 00.20 WIB, patroli gabungan bergerak menyusuri sejumlah ruas jalan yang dinilai memiliki potensi gangguan kamtibmas, antara lain Jl. Senopati, Jl. Pattimura, Jl. Sultan Hasanuddin, Jl. Iskandarsyah, Jl. Antasari, Jl. Abdul Majid, Jl. Fatmawati, Jl. H. Nawi, Jl. Margaguna, Jl. Radio Dalam, hingga Traffic Light Al Azhar di Jl. Sisingamangaraja.

    Sekitar pukul 00.30 WIB, patroli gabungan melanjutkan kegiatan di sepanjang Jl. Sisingamangaraja. Setelah itu, personel dari masing-masing Polsek Rayon Tengah melanjutkan patroli kewilayahan sesuai tanggung jawab wilayah hukumnya masing-masing, dengan Polsek Metro Kebayoran Baru melaksanakan pemantauan dan patroli secara intensif di wilayah hukumnya.

    Adapun sasaran utama kegiatan meliputi anak-anak yang masih nongkrong hingga larut malam, kafe dan tempat hiburan, aksi balap liar sepeda motor, tawuran, tindak pidana 3C (curas, curat, dan curanmor), perbuatan asusila, serta aktivitas mabuk-mabukan. Selain patroli, personel juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar turut menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

    Sebagai bagian dari kegiatan pengamanan, ditempatkan pula pos pantau di kawasan perempatan Traffic Light Al Azhar/Jl. Sisingamangaraja Raya untuk meningkatkan pemantauan terhadap aktivitas masyarakat dan potensi gangguan kamtibmas.

    Secara keseluruhan, kegiatan apel gabungan dan Operasi Cipta Kondisi patroli skala besar dilaksanakan sebagai langkah preventif dan preemtif untuk menciptakan situasi keamanan yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah hukum Polsek Metro Kebayoran Baru dan wilayah Rayon Tengah, khususnya dalam menyambut rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan dengan mengedepankan sinergi tiga pilar, koordinasi lintas wilayah, pendekatan persuasif, serta kesiapsiagaan personel dalam mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan.

  • Kapolsek Metro Kebayoran Baru Pimpin Razia Malam Minggu Antisipasi Kejahatan Jalanan, Tawuran, dan Balap Liar

    Jakarta Selatan – Dalam rangka menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman dan kondusif, jajaran Polsek Metro Kebayoran Baru bersama personel Patra Brimob PMJ melaksanakan kegiatan Cipta Kondisi (Cipkon) Jaya 21 dalam rangka mengantisipasi kejahatan jalanan 3C (Curat, Curas, dan Curanmor), tawuran, balap liar, serta gangguan kamtibmas lainnya di wilayah hukum Polsek Metro Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

    Kegiatan dilaksanakan pada Minggu, 16 Agustus 2026, mulai pukul 01.40 WIB hingga selesai, bertempat di Traffic Light (TL) Al Azhar, Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Gunung, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

    Giat dipimpin oleh Kapolsek AKBP Nugrahadi Kusuma  didampingi Ipda Ari Cahyono Putro, selaku Paurmin Samapta Polsek Metro Kebayoran Baru/Pawas 2.0. Dalam pelaksanaannya, personel melakukan pemeriksaan dan pengawasan terhadap kendaraan maupun pengendara yang melintas sebagai langkah preventif untuk mencegah terjadinya aksi kejahatan jalanan dan gangguan keamanan.

    Dari hasil kegiatan, petugas memberikan teguran kepada pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm, tidak membawa SIM, serta berboncengan tiga orang. Selain itu, petugas juga mengamankan empat unit sepeda motor yang tidak dilengkapi dokumen kendaraan atau dokumennya tidak dibawa saat pemeriksaan, yaitu:

    Suzuki Jet Cooled, nomor polisi B 2934 ZM.

    Yamaha Mio warna biru, nomor polisi B 6662 PUV.

    Yamaha Mio warna biru tanpa nomor polisi.

    Honda Vario warna hitam, nomor polisi B 4783 SDJ.

    Kegiatan melibatkan 10 personel Patra Brimob PMJ di bawah pimpinan Aipda Aditya serta 15 personel Polsek Metro Kebayoran Baru di bawah pimpinan AKP M. Wagimin, selaku Plt. Kanit Samapta Polsek Metro Kebayoran Baru, bersama Ipda Ari Cahyono Putro selaku Paurmin Samapta/Pawas.

    Selama pelaksanaan kegiatan, situasi di lokasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Kegiatan Cipkon Jaya 21 merupakan bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat sekaligus upaya preventif dalam menjaga keamanan dan ketertiban, khususnya pada malam akhir pekan yang rawan terjadi aksi kejahatan jalanan, tawuran, maupun balap liar.

  • Sambut HUT ke-81 RI, Bhabinkamtibmas Ulujami Pantau Perlombaan Siswa MTsN 13

    Jakarta Selatan – Dalam rangka menyambut dan memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Bhabinkamtibmas Kelurahan Ulujami Polsek Pesanggrahan Aiptu Suroto melaksanakan kegiatan sambang dan pemantauan lomba siswa-siswi MTsN 13 Ulujami.

    Kegiatan berlangsung di lingkungan MTsN 13 Ulujami, Jalan Inspeksi Kali Pesanggrahan RT 009/07, Kelurahan Ulujami, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Sabtu (15/8/2026).

    Dalam kegiatan tersebut, Aiptu Suroto berinteraksi dengan para siswa-siswi sekaligus melakukan pemantauan guna memastikan rangkaian perlombaan dalam rangka menyambut HUT ke-81 RI berjalan dengan aman, tertib dan lancar.

    Pada kesempatan tersebut, Bhabinkamtibmas juga menyampaikan imbauan kamtibmas kepada para siswa agar mengikuti kegiatan dengan tertib, menjunjung tinggi sportivitas, saling menghargai, serta tidak melakukan tindakan yang dapat menimbulkan perselisihan.

    Kegiatan perlombaan menjadi sarana positif bagi para pelajar untuk menumbuhkan semangat kebersamaan, sportivitas dan nasionalisme dalam menyambut momentum Kemerdekaan Republik Indonesia.

  • Semarak HUT ke-81 RI, Bhabinkamtibmas Polsek Pesanggrahan Monitoring Lomba Orado di Ulujami

    Jakarta Selatan – Dalam rangka menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Bhabinkamtibmas Kelurahan Ulujami Polsek Pesanggrahan Aiptu Suroto melaksanakan sambang dan kunjungan Bintibmas sekaligus memantau pelaksanaan lomba olahraga domino (Orado) tingkat RW.02 Kelurahan Ulujami.

    Kegiatan berlangsung di Jalan Kampung Baru 2 RT 002/02, Kelurahan Ulujami, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Sabtu (15/8/2026). Lomba tersebut diikuti sebanyak 16 pasangan peserta dan digelar sebagai bagian dari rangkaian kegiatan masyarakat dalam memeriahkan HUT ke-81 RI.

    Dalam kunjungannya, Aiptu Suroto berkoordinasi dengan Ketua Panitia, Bapak Doni, beserta tim panitia serta para peserta lomba. Kehadiran Bhabinkamtibmas juga sebagai bentuk pelayanan dan kedekatan Polri dengan masyarakat sekaligus memastikan kegiatan berjalan aman, tertib dan kondusif.

    Pada kesempatan tersebut, Aiptu Suroto menyampaikan sejumlah imbauan kamtibmas kepada panitia dan peserta agar menjaga ketertiban selama pertandingan, menjunjung tinggi sportivitas, menghindari perselisihan serta bersama-sama menjaga keamanan lingkungan.

    Kegiatan lomba Orado berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat dapat mengisi momentum kemerdekaan dengan aktivitas positif sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga.